Penolakan di Tempat Kerja: Contoh dan Tips Menghadapinya

Isi Artikel
Penolakan di tempat kerja adalah hal yang normal dialami dan alasannya beragam. Namun, jangan sampai satu penolakan membuatmu menyerah, ya.
Penolakan justru bisa menjadi kesempatanmu untuk belajar dan meningkatkan kualitas

Isi Artikel

Penolakan di tempat kerja adalah hal yang normal dialami dan alasannya beragam. Namun, jangan sampai satu penolakan membuatmu menyerah, ya.

Penolakan justru bisa menjadi kesempatanmu untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri sebagai pekerja.

Selain itu, untuk profesionalisme, kamu haru tahu cara mengontrol respons yang diberikan saat dihadapkan pada penolakan.

Nah, berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu tahu seputar penolakan di dunia kerja, mulai dari contoh hingga tips menghadapinya. Simak artikel Glints berikut ini, yuk!

Contoh Penolakan di Tempat Kerja

Nah, berikut adalah beberapa contoh penolakan di tempat kerja dari Glints yang mungkin pernah kamu alami, menurut The Balance Careers.

Tips Menghadapi Penolakan di Tempat Kerja

Memang, rasa sedih pasti kamu rasakan saat mendapat penolakan dan itu adalah perasaan yang normal.

Ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan supaya merasa lebih nyaman ketika menghadapi penolakan di kantor.

Lalu, apa hal yang harus kamu lakukan ketika mendapatkan sebuah penolakan di kantor? Masih mengutip The Balance Careers, berikut adalah beberapa tips menghadapinya.

Merasa tidak percaya diri setelah mendapatkan penolakan adalah suatu hal yang wajar. Sehingga, langkah pertama untuk menghadapinya adalah dengan berurusan dengan dirimu sendiri.

Maksudnya, semangati diri dan jangan hanya berfokus pada menyalahkan atau menjelek-jelekkan diri sendiri.

Setelah bersedih, coba pelan-pelan cerna apa saja masukan dan kritikan membangun yang kamu dapatkan

Apa saja yang bisa membantumu belajar dari kesalahan dan penolakan tersebut.

Sebagai contoh, ketika kamu gagal promosi, bisa saja rekan kerjamu yang mendapatkannya memang sudah mencapai level dan waktunya.

Apa pun itu, ingatlah bahwa kamu akan sulit memahami penolakan di tempat kerja jika tidak memiliki keberanian untuk menghadapinya.

Tips lain untuk menghadapi penolakan di tempat kerja adalah dengan mengelola emosi.

Sebagai contoh, kamu akan sulit menerima feedback dan alasan penolakan jika kamu sudah emosi atau kesal lebih dulu.

Jika hal tersebut terjadi, tentu kamu tidak akan tahu hal apa yang harus dilakukan supaya tidak mendapat penolakan lagi di kemudian hari.

Tidak hanya itu, emosi yang tidak dikelola dengan baik saat ditolak juga akan menghambat perkembangan kariermu sendiri.

Di samping itu, profesionalismemu sebagai pekerja juga akan turut dipertanyakan yang berisiko menutup kesempatanmu mendapat hal baik di kemudian hari.

Tips selanjutnya untuk menghadapi penolakan di tempat kerja adalah dengan meminta feedback.

Dengan meminta feedback, kamu bisa tahu alasanmu ditolak. Tunjukkan juga keterbukaanmu terhadap feedback dan kritik dari rekan kerja maupun atasan.

Mengutip Chron, feedback yang didapat seputar penolakan bisa menjadi sarana belajar bagi dirimu sendiri.

Tidak hanya itu, ingatlah untuk tidak bersikap defensif ketika mendapatkan feedback.

Sikap defensif justru akan membuat profesionalismemu dipertanyakan dan reputasimu di tempat kerja menjadi buruk.

Proses segala informasi yang didapatkan dari feedback dan ambil poin-poin kekuranganmu serta hal-hal yang bisa ditingkatkan.

Ingat, hal tersebut bisa dilakukan jika kamu selalu terbuka terhadap feedback dan tidak langsung menyanggahnya.

Dengan begini, kamu jadi punya kesempatan untuk belajar dan berkembang. Nantinya, sikap atau performa kerjamu juga pasti meningkat.

Belajar dari penolakan adalah salah satu bentuk growth mindset, yang merupakan kunci dalam mendapatkan kesuksesan karier.

Membuat rencana perkembangan diri menjadi tips lain dalam menghadapi penolakan di tempat kerja.

Ketika membuat rencana, kamu bisa melibatkan atasan atau rekan kerja yang sebelumnya memberi feedback atau kritik.

Tergantung dari masukan yang didapat, kamu bisa saja memiliki beragam daftar tindakan yang bisa dilakukan demi mempersiapkan diri untuk kesempatan selanjutnya.

Sebagai contoh, salah satu masukan yang didapat dari atasan adalah kamu kekurangan skill sehingga ditolak untuk promosi.

Nah, untuk mempersiapkan diri demi kesempatan promosi selanjutnya, kamu bisa mencoba mengikuti kelas, workshop, atau pelatihan agar skill-mu bisa bertambah.

Dengan begitu, kesempatanmu untuk mendapatkan promosi di kesempatan lain menjadi semakin besar.

Setelah mendapatkan feedback dan belajar dari penolakan yang didapat, kamu bisa menunjukkan progresmu.

Tunjukkan pada rekan kerja dan atasanmu bahwa penolakan sebelumnya membuatmu jadi pekerja yang lebih terampil.

Misalkan, saat mengerjakan suatu proyek, kamu dapat mengambil porsi yang lebih besar dan menyukseskannya.

Tunjukkan juga hasilmu dalam angka dan bandingkan dengan hasil sebelumnya. Maka, atasan jadi akan tahu usaha dan perkembanganmu.

Hal ini tidak hanya membuat orang lain memperhatikan usahamu, tapi juga menunjukkan bahwa kamu mau berkembang dari feedback yang diterima.

Tentu, hal ini membuat atasan atau rekan kerja yang menolakmu merespons positif terhadap usaha mengembangkan dirimu.

Itu adalah beberapa contoh penolakan yang bisa kamu temukan di tempat kerja serta tips menghadapinya.

Ingatlah bahwa penolakan bukan akhir dari segalanya. Justru, hal tersebut memberimu kesempatan untuk belajar supaya bisa jadi lebih baik lagi di kemudian hari.

Jadi, jangan patah semangat dulu ketika mendapat penolakan, ya!

Selain informasi ini, kamu bisa mendapat lebih banyak informasi, tips, dan trik seputar dunia kerja dengan baca kumpulan artikel dari Glints.

Tentunya, informasi, tips, dan trik tersebut bisa membantumu lebih sukses dan menonjol dalam karier.

Penasaran? Klik link ini sekarang untuk dapatkan informasi dan baca secara gratis!

Seberapa bermanfaat artikel ini?

Klik salah satu bintang untuk menilai.

Nilai rata-rata 5 / 5. Jumlah vote: 1

Belum ada penilaian, jadi yang pertama menilai artikel ini.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Your email address will not be published. Required fields are marked *